Baru Saja Lega Bayi Keluar, Dokter Tiba-tiba Panik Sambil Rogoh Rahim Wanita Ini, Ada Yang Tertinggal..!!

Loading...

Momen melahirkan paling dinanti oleh setiap ibu adalah ketika bayi berhasil dikeluarkan dengan selamat.  Perasaan lega, bahagian dan sakit bercampur jadi satu saat proses itu berlangsung.



Pertarungan hidup mati mengeluarkan bayi bahkan disebutkan sebagai jihad seorang ibu jika ia meninggal akan langsung masuk surga.

Tapi bagaimana jika setelah bayi berhasil dikeluarkan, dokter dan semua orang diruang persalinan kembali panik dan terpaksa merogoh kembali rahim.

Kejadian mengenaskan ini semoga dapat jadi pelajaran.

Betapa pentingnya menjalani proses melahirkan yang benar, salah sedikit saja nyawa taruhannya.

Dilansir dari Eberita.Org, seorang ibu bernama Wen-wen setelah beberapa saat lega bayinya berhasil dikeluarkan tiba-tiba dibuat panik.

Berikut ceritanya.

Setahun setelah menikah dengan kekasihnya Wen-wen kini bersiap melahirkan anak pertama mereka. Perasaan cemas kadang menghampirinya.

Takut kerana tidak tahu apa yang harus dilakukan saat menemui kesulitan sebagai ibu terutama kecemasan saat mengandung anak pertama.

Saat kehamilan, Wen-wen sangat menjaga kandungan dengan baik. Ia memperhatikan gizi makanan, menjaga kenaikan berat badan, dan rutin olahraga.

Ia tidak mau kerana kelalaiannya terjadi masalah dalam proses kehamilannya.

Dokter sendiri pun mengatakan bahwa perkembangan janin di dalam perut Wenwen sangat baik, mulai dari perkembangan otak, sampai perkembangan fisiknya.

Sehingga Wen-wen pun bisa merasa aman dan tidak khawatir.

Tibalah saatnya di akhir bulan Oktober, saat yang ditunggu-tunggu itu tiba sekaligus menjadi momen paling menegangkan dimana terbayang proses persalinan yang menyakitkan.

Mengeluarkan energi yang begitu banyak, dan sebuah perjuangan yang cukup melelahkan.

Wen-wen pun masuk ruang persalinan dengan berusaha untuk tetap kuat dan tenang. Proses persalinan berjalan selama 5 jam.

Ia bisa merasakan betul saat-saat paling menyakitkan karena leher rahimnya hampir menyelesaikan pembukaan (10 cm) dan bayi mulai bergerak menuju jalan lahir.

Kontraksi jadi lebih sering dirasakan. Ia juga bisa merasakan nyilu pada punggung, pangkal paha, dan paha, serta merasa mual.

Tapi semua kesakitan terbayar lunas pada saat ia melihat bayinya, yang ia beri nama Jimmy. Wen-wen bisa merasakan kelegaan dan rasa bahagia yang tidak terbendung.


Ia bisa memeluk dan menciumi bayinya dengan penuh rasa sayang. Jimmy terlahir dengan muka yang tampan, serupa dengan ayahnya. Matanya indah dan hidungnya mancung.

Sambil melihat bayinya dengan tatapan bahagia, Wenwen pun berkata “Selamat datang sayang,  kita sama-sama menjalani hidup yang bahagia bersama.”

Baru Wenwen menghembuskan nafas leganya, tiba-tiba doktor dengan muak panik terpaksa merogoh tangannya masuk ke dalam rahimnya.

Kata doktor “bagaimana bisa plasentanya belum keluar?”

Normalnya, secara alami tubuh akan mendorong plasenta keluar setelah bayi lahir. Hal ini disebut dengan tahap kehamilan ketiga.

Namun, jika seluruh atau sebagian plasenta masih berada di dalam rahim, maka ini disebut dengan retensio plasenta.


Alasan plasenta tidak bisa keluar kerana ada berbagai alasan, iaitu kerana rahim gagal untuk menghasilkan cukup kontraksi untuk mengeluarkan plasenta, plasenta terjebak terjadi ketika leher rahim, atau plasenta menempel terlalu dalam pada lapisan otot dinding rahim, bukan pada dinding rahim.

Akhirnya setelah 20 menit, dengan susah payah doktor bisa mengeluarkan plasenta tersebut. Wenwen pun merasa momen-momen saat kehamilan dan mengeluarkan plasenta itu terasa begitu sangat lama.

Tapi sekarang ia sudah lega kembali.

Wenwen menutup dengan ucapan “Ini adalah momen yang paling menderita bagi setiap wanita.

Saya harap dengan begini, setiap pria bisa lebih mencintai isterinya lagi, jangan biarkan wanita terluka sedikitpun. (*)

Sumber: palembang.tribunnews.com

Artikel Terkait