Melahirkan Cara Caesar? Tolong Jangan Dihina Ya, Seperti Inilah Beratnya Perjuangan Demi Kelahiran Sang Bayi

Loading...

Melahirkan normal memang sangat dianjurkan merupakan cara yang di inginkan setiap bumil. Tetapi dalam beberapa kondisi tertentu, perempuan harus melahirkan dengan cara caesar demi keselamatan dia dan bayinya. Namun sayang, keputusan untuk melahirkan caesar saat ini banyak dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang.



Ya, banyak yang meledek para ibu yang melahirkan caesar sebagai ibu-ibu manja. Mereka juga dibilang belum menjadi ibu yang sempurna karena tidak melahirkan secara normal. Padahal, perjuangan ibu yang melahirkan caesar tidak kalah beratnya dengan melahirkan normal.

Banyak sekali indikasi yang menyebabkan seorang ibu akhirnya harus menjalani caesar. Jadi bukan semata-mata karena sang ibu ingin “enak” tanpa merasakan sakitnya bersalin, tapi lebih karena pertimbangan keselamatan ibu dan janin. Dan prosesnya juga tidak berarti minim risiko.

Berikut adalah sederet risiko yang harus dihadapi ibu yang melahirkan melalui operasi caesar, seperti yang dilansir dari Tribunnews.com.

1. Kesehatan ibu lebih berisiko saat melahirkan caesar

Ketika dokter memutuskan sang ibu harus melahirkan secara caesar, nyawa ibu akan menjadi taruhan. Tak hanya di meja operasi, sang ibu kemungkinan besar merasakan beberapa efek samping pasca operasi.

Menurut penelitian dalam Canadian Medical association Journal, risiko yang harus dihadapi sang ibu pasca melahirkan caesar adalah hematoma pada luka bekas operasi. Selain itu, para ibu yang menjalani operasi caesar berisiko mengalami luka di kantong kemih.

2. Ibu yang melahirkan caesar juga berisiko menderita gangguan pembuluh darah empat kali lipat lebih besar dibanding ibu yang melahirkan normal.

Dalam studi yang dimuat di jurnal CHEST, ibu yang menjalani operasi caesar lebih besar kemungkinannya mengalami gangguan pembuluh darah VTE (venous thromboembolism) pasca melahirkan. Hal ini dipicu oleh pembekuan darah yang tidak normal.

3. Melahirkan secara caesar harus berjuang sendirian

Sama halnya dengan operasi bedah lainnya, operasi caesar membutuhkan waktu yang lama dan harus dilakukan tanpa orang terdekat yang menemani. Ketika normal, para ibu bisa meminta siapa pun berada di sampingnya untuk menyemangati. Dan saat caesar, seorang ibu harus berjuang hidup dan mati sendirian demi kelahiran sang buah hati.

4. Setelah proses melahirkan usai, ibu harus berjuang untuk proses menyusui yang terasa lebih berat dibanding saat melahirkan normal

Tak hanya proses melahirkan saja yang menantang, proses menyusui bagi ibu yang melahirkan secara caesar juga lebih berat dibanding ibu yang melahirkan normal. Ketika melahirkan caesar, ibu tak bisa langsung bertemu dengan bayi sehingga interaksi ibu dan bayi kemungkinan tertunda dan ibu tak bisa menjalankan inisiasi menyusui dini segera setelah melahirkan. inilah yang membuat sang ibu kesulitan menyusui dan mereka harus berjuang keras untuk memberikan asi pada bayinya.

Sejatinya, tidak ada proses melahirkan yang mudah dan tidak sakit. Karena itulah kita tidak boleh seenaknya meledek para ibu yang memutuskan untuk operasi caesar.

Mereka tetap pahlawan dan perjuangan berat mereka mengandung serta melahirkan jangan dibalas dengan hinaan, hanya karena mereka harus melahirkan secara caesar.

Sumber: bantulahshare

Artikel Terkait