Suami, Perbanyaklah Bersedakah Pada Istri, Jangan Takut Uang Habis Oleh Istri Sendiri, Karena Istri Adalah Penyebab Dimudahkannya Rezeki Suami

Loading...

Perbanyaklah bersedekah pada isteri Setiap uang yang kita belanjakan kepada isteri adalah SEDEKAH. Semakin banyak kita bersedekah, pasti semakin murah rezeki. Si suami selalu merungut gajinya tak cukup sampai nafkah isteri pun kadang terabaikan.



Hak isteri harus dijaga.Belanja yang paling bagus adalah kepada isteri... erbanyaklah bersedekah pada isteri, insya Allah rezeki suami semakin lapang dan bertambah.

Mengalirnya rezeki pada sebuah rumah tangga tidak bisa disimpulkan sebagai hasil usaha keluarga tersebut semata.

Sebab ada beberapa faktor yang memperlancar rezeki kepala rumah tangga (suami) salah satunya baroqah dari Allah SWT.

Namun baroqah dari Allah tersebut juga dipengaruhi aktifitas anggota rumah tangga terutama sang pendaping suami -ISTRI.

Sebagian besar suami mungkin tidak tahu bahwa rezekinya —dengan izin Allah SWT— mengalir atas peran istrinya.

Memang seperti dirilis inspiradata.com, hal ini tidak bisa dilihat secara kasat mata, tapi secara tidak langsung ada beberapa sifat istri yang bisa membantu mendatangtang rezeki bagi suaminya.

Apa sajakah itu? Seperti dilansir Web Muslimah, berikut di antaranya:

1. Istri yang pandai bersyukur

Istri yang bersyukur atas segala karunia Allah SWT pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk rezeki.

Apapun itu, sekecil apapun itu patutlah bersyukur.

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya adzabku sangat pedih,” (QS. Ibrahim: 7).

2. Istri yang Tawakal kepada Allah SWT

Di saat seseorang bertawakkal kepada Allah, Allah akan mencukupi rezekinya. “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya,” (QS. Ath Thalaq: 3).

Jika seorang istri bertawakal kepada Allah SWT, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rezekinya. Allah SWT akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selalu harus langsung diberikan kepada wanita tersebut.

Bisa jadi Allah SWT akan memberikan rezeki kepada suaminya, lalu suami tersebut memberikan nafkah yang cukup kepada dirinya.

3. Istri yang Baik Agamanya

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa wanita dinikahi karena empat perkara.

Karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya.

“Pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung,” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Beruntung itu, jika beruntung di dunia dan di akhirat.

Beruntung di dunia, salah satu aspeknya adalah dimudahkan mendapatkan rezeki yang halal.

4. Istri yang Banyak Istigfar

Di antara keutamaan istighfar adalah mendatangkan rezeki.

Hal itu bisa dilihat dalam Surat Nuh ayat 10 hingga 12.

Bahwa dengan memperbanyak istighfar, Allah SWT akan mengirimkan hujan dan memperbanyak harta.

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai untukmu,” (QS. Nuh : 10-12).

5. Istri yang Gemar Silaturrahim

Istri yang gemar menyambung silaturahim, baik kepada orang tuanya, mertuanya, sanak keluarganya, dan saudari-saudari se-akidah, pada hakikatnya ia sedang membantu suaminya memperlancar rezeki.

Sebab keutamaan silaturahim adalah dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.

“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi,” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

6. Istri yang Suka Bersedekah

Secara tidak langsung, istri yang gemar bersedekah, dia juga sedang melipatgandakan rezeki suaminya.

Karena seperti diketahui, dalam surat Al Baqoroh keutamaan sedekah salah satunya dilipatgandakan Allah SWT hingga 700 kali lipat.

Jika istri diberi nafkah oleh suaminya, lalu sebagiannya ia gunakan untuk sedekah, mungkin tidak langsung dibalas melalui sang istri.

Namun bisa jadi dibalas melalui suaminya.

“Perumpamaan orang-orang yang menaf¬kahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui,” (QS. Al Baqarah: 261).

7. Istri yang Bertaqwa

Orang yang bertaqwa akan mendapatkan jaminan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan ia akan mendapatkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ath Talaq ayat 2 dan 3.

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka,” (QS. At Thalaq: 2-3).

8. Istri yang Selalu Mendoakan Suaminya

Jika seseorang ingin mendapatkan sesuatu, ia perlu mengetahui siapakah yang memilikinya. Ia tidak bisa mendapatkan sesuatu tersebut melainkan dari pemiliknya. Begitu juga dengan rezeki.

Rezeki sebenarnya adalah pemberian dari Allah Azza wa Jalla. Dialah yang Maha Pemberi rezeki. Maka jangan hanya mengandalkan usaha manusiawi namun perbanyaklah berdoa memohon kepada-Nya.

Doakan suami agar senantiasa mendapatkan limpahan rezeki dari Allah SWT, dan yakinlah Allah SWT akan mengabulkannya.

“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan,” (QS. Ghafir: 60).

9. Istri yang Gemar Shalat Dhuha

Shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang luar biasa keutamaannya. Shalat dhuha dua raka’at setara dengan 360 sedekah untuk menggantikan hutang sedekah tiap persendian.

Shalat dhuha empat rakaat, Allah SWT akan menjamin rezekinya sepanjang hari.

“Di dalam tubuh manusia terdapat 360 sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu,” (HR. Abu Dawud).

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu,” (HR. Ahmad).

Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

Jangan lupa like, share dan amalkan ya, semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin

Artikel Terkait